Jumat, 20 Januari 2012

AKLIMATISASI



Aklimatisasi adalah masa adaptasi tanaman hasil kultur jaringan yang semula kondisinya terkendali menjadi lingkungan yang tidak terkendali (mengubah pola hidupnya dari tanaman heterotrof ke tanaman          ototrof ). Tujuan dari aklimatisasi adalah untuk mengkondisikan tanaman agar tidak terjadi stress pada waktu ditanam di lapangan.
Masa aklimatisasi merupakan masa yang kritis bagi planlet, karena planlet  menunjukkan beberapa sifat, yaitu :
1.      Lapisan lilin tidak berkembang dengan baik
2.      Sel-sel palisade daun hanya terbentuk dalam jumlah sedikit
3.      Jaringan pembuluh dari akar ke pucuk kurang berkembang
4.      Stomata seringkali tidak berfungsi, yaitu tidak mau menutup pada penguapan tinggi.
·         Kriteria planlet siap aklimatisasi
Adapun criteria planlet yang siap Untuk diaklimatisasi adalah sebagai berikut :
 1.         Organ planlet lengkap ( akar, batang, daun )
2.         Warna pucuk batang hijau mantap artinya  tidak tembus pandang
3.         Pertumbuhannya kekar
4.         Akar memenuhi media
5.         Ukuran tinggi tanaman 3 - 4 cm  ( tergantung jenis tanaman )
6.         Umur tanaman ( anggrek 4 bulan)
·         Prosedur aklimatisasi  aklimatisasi
1.         Menyiapkan wadah
Wadah merupakan tempat yang brisi media tumbuh tanaman hasil kultur. Jenis wadah yang dapat digunakan meliputi ; Pot terbuat dari tanah liat atau plastik, sabut kelapa tua, tempurung kelapa tua dan batang pakis. Wadah yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a.       Harus memiliki lubang pembuangan air (draenase)
b.      Harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelembaban media tanam
c.       Tidak mudah lapuk
d.      Harus bersih dan bebas dari berbagai penyakit
e.       Mudah diperoleh dan harganya murah
2.         Menyiapkan media
Media merupakan tempat tumbuh dan berdiri tegaknya tanaman.
Persyaratan Media tanam Untuk aklimatisasi adalah :
a.       Mampu mengikat air dan unsur hara secara baik
b.      Harus memiliki kemampuan untuk menjaga kelembaban
c.       Mempunyai aerasi yang baik
d.      Tahan lama /Tidak mudah lapuk
e.       Tidak menjadi sumber penyakit
f.       Derajat keasaman (pH) 5 – 6
g.       Mudah didapat dan harganya murah
Media yang biasa digunakan Untuk tanaman hasil kultur meliputi ; Pakis ( anggrek ), Moss, Potongan kayu pinus, Arang sekam (pisang), Pasir steril ( Jati) dan Sabut Kelapa. Sebelum digunakan media tersebut harus diseterilkan selama 4 jam agar serangga, mikroba, serta biji-bijian gulma mati.
3.         Menyiapkan tempat
Tempat yang digunakan Untuk memelihara tanaman hasil kultur harus mempunyai Intensitas cahaya matahari : 35 – 45%, Suhu : malam 18-240 C, siang 21-320 C, Ketinggian tempat : 0 – 700 meter DPL, Kelembaban : 60 – 85% dan mempunyai Aerasi / sirkulasi udara. Dalam memilih tempat harus memperhatikan hal-hal berikut :
a.       Lingkungan harus bersih dan bebas dari segala hama dan penyakit
b.      Kondisi lingkungan disesuaikan dengan kondisi tanaman: suhu, kelembaban dan cahaya
·         Teknik aklimatisasi
Adapun teknik yang digunakan dalam aklimatisasi adalah sebagai berikut :
a.       Mengeluarkan bibit dari botol
Ø  Mengisi air ke dalam bibit botolan, kocok-kocok dan membuang  air serta media agar
Ø   Bibit dikeluarkan dari botol menggunakan pinset / kawat pengait satu persatu
Ø  Mencuci bibit hingga bersih dari media agar
Ø  Akar-akar yang terlalu panjang dipotong dengan gunting                                                                         
b.      Merendam bibit dalam larutan fungisida
Ø  Bibit direndam selama 5 menit
Ø  Meniriskan bibit di hamparan kertas koran
Ø  Bibit dikelompokkan berdasarkan ukurannya
c.       Mengisi media dalam wadah
Ø  Media sebelum digunakan direndam dalam larutan fungisida
Ø  Pot diisi dengan  media ¾ tinggi pot
 d.      Menanam bibit dalam pot
Ø  Bibit ditanam dengan bantuan pinset, letakkan sacara tegak
Ø  Bibit ditanam   20 - 25 tanaman per pot
e.       Meletakkan pot bibit dalam green house

2 komentar: